Posted by: arazmi on: June 6, 2008
=============================================== Drama Malam Pertama Sepasang pengantin, Ali dan Siti, akan melalui malam pertamanya. Setelah acara buka hadiah selesai, sepasang pengantin ini masuk bilik. Di bilik ada lagi hadiah dari kawan kawan mereka. Satu persatu kotak hadiah di buka, mendadak Siti tertawa happy. Apa pasal? Rupanya ada sepasang kasut untuk dia... dia nak cuba pakai, ternyata kasut tu sempit. dia terus memaksa, namun sia-sia. Ali yang melihat terus bertanya: Ali : "Kenapa, terlalu sempit?" Siti : "Iya bang, sakit ni..." Ali : "Saya masukkan perlahan-lahan ya?" Siti : "Baik bang, tapi jangan kuat kuat ya?" Suaminya membantu memakaikan kasut sempit itu di kaki isterinya dengan sedikit memaksa. Siti : "Bang, sakit bang... anunya terlalu sempit..." Ali : "Tahan sikit, saya cuba lagi ya?" Tanpa mereka sedari, orang tua mempelai perempuan, Mak Minah, pasang telinga di balik pintu kamar pengantin... rupanya ibu mempelai perempuan dah fikir lain... dia tidak tahan mendengar anak perempuanya yang mengalami kesulitan malam pertama, jadi sebagai ibu terpaksalah dia bagi sokongan dari balik pintu. Mak Minah: "Kenapa nak, susah masuknya?" Siti : "Iya maaak..." Ali : "Kecik sangat barangnya..." Mak Minah : "Coba sapu dengan air liur..." Ali : "Ok saya coba mak." Sitii : "Cepatlah bang, sapu dengan air liur..." Dengan tergesa-gesa pengantin lelaki menyapu seluruh permukaan kaki isterinya dengan air liur. Ali: " Cuba masuk lagi ya sayang???" Siti : "Iya bang..." Setelah dimasukkan kaki yang disapu liur tadi ternyata dengan mudah masuk. Ali : "Nah... masuk pun???" Sitii : "Iya... tapi..." Ali: "Kenapa, masih sakit ke?" Siti : "Iya, tapi taklah sakit macam tadi." Mak Minah: " Kan dah boleh masuk kan ? Sekarang tinggal kena goyang je." Sambil tersenyum dan dalam hatinya berkata budak budak sekarang benda benda macam tu pun tak tahu ? =============================================================== Malam Pertama Ibarat Penjahat dan Penjara Sepasang pengantin baru sedang bersiap menikmati malam pertama mereka. Pengantin perempuan berkata, "Bang, saya masih anak dara dan tidak tahu apa-apa tentang seks. Boleh abang menerangkannya lebih dulu sebelum kita melakukannya?" "Seks itu senang je., kita ni macam penjara, yang engkau punya tu selnya dan yang abang punya penjahatnya. Di penjara, penjahat harus dimasukkan ke dalam sel," terang pengantin lelaki. Lalu mereka pun mulai bercumbu mengarungi lautan asmara . Ketika sudah selesai dan si pengantin lelaki sedang berbaring akan memejamkan mata, si pengantin perempuan berkata, "Bang, penjahatnya terlepas." Pengantin lelaki pun mulai lagi memasukkan 'penjahatnya'. Rupanya si pengantin perempuan syok sangat dengan hubungan asmara yang baru pertama ini ia rasakan. Setiap kali selesai, ia selalu mengatakan bahwa penjahatnya lepas atau melarikan diri, keluar dari selnya. Setelah banyak kali macam tu, si pengantin lelaki dengan nafas termengah-mengah berkata, "Yang, penjahat yang ini bukannya kena hukuman penjara seumur hidup."